Terkadang aku bisa melewatinya
sendiri, tetapi aku tak sekuat itu. Hari demi hari berlalu begitu cepatnya, tak
terasa dengan perpisahan kita yang telah sekian lama. Aku belajar hidup
tanpamu, belajar membiasakan semuanya baik-baik saja. Kadang aku merasa sangat
kuat, aku bisa melewati semuanya tanpa kehadiran dirimu lagi. Tapi aku hanyalah
perempuan biasa, perempuan yang pada dasarnya memiliki kodrat yang lemah.
Setelah kepergianmu aku benar-benar merasa sendiri, kesepian, tidak ada lagi
canda tawa darimu, perhatianmu, kasih sayangmu, pelukanmu yang hangat,
kecupanmu yang manis, dan segala hal tentang dirimu yang selalu menarik
perhatianku. Aku telah kehilangan semuanya, kehilangan sosok yang selama ini
benar-benar mengisi hatiku bahkan hidupku. Aku seperti tersesat, tak tau arah
tujuan, kehilangan semangat, bahkan seperti kehilangan separuh dari jiwa ini.
Aku selalu berpikir mengapa semua ini bisa terjadi, mengapa kita harus
berpisah? Aku selalu menerka-nerka apa yang salah dariku, apa yang telah
membuatmu murka hingga memutuskan untuk berpisah denganku. Aku selalu menyesali
semuanya, semua kesalahan yang pernah aku buat terhadapmu. Apa aku terlalu
egois?apa aku terlalu mengekang?apa aku terlalu cemburu?apa aku selalu
berprasangka buruk terhadapmu? Aku selalu mencoba mencari teka-teki yang
membuat hubungan kita yang tadinya manis ini menjadi begitu pahit untuk aku
terima. Padahal jika aku berpikiran realistis seharusnya aku marah, aku
membencimu, aku harus melupakanmu karena kamu telah mengkhianati cinta yang
telah kita bangun, kamu telah membukakan pintu bagi wanita lain untuk
masuk,kamu telah menduakanku dengan wanita lain. Tapi aku malah menyesali
semuanya, malah menyalahkan diriku sendiri atas apa yang telah kamu lakukan
terhadapku. Dan sampai detik ini pun aku selalu menyesali semuanya, menyalahkan
diriku sendiri atas kepergianmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar