Saat semua dalam hidup ini begitu
sulit untuk dilewati sendiri kita pasti membutuhkan seseorang untuk tetap
semangat menjalaninya. Seperti aku, aku yang sedang lemah oleh keadaan, aku
yang kalah melawan diriku sendiri. Aku disini sendiri, benar-benar sendiri dan
kesepian. Mungkin aku merindukan situasi satu tahun silam, dimana aku
benar-benar merasa bahagia, karena kamu. Dulu kamu selalu mengisi hari-hariku,
semuanya terasa begitu indah. Kamu selalu melakukan hal-hal kecil untukselalu
membuatku tersenyum, mulai dari sekedar antar jemput, makan siang dan malam
bersama, menelpon dan mengirimkan pesan singkat. Aku merasa begitu dekat
denganmu, aku sangat mempercayaimu. Bahkan dari hal kecil sampai hal serius
yang aku alami aku ceritakan semuanya padamu, segala keluh kesah aku curahkan
kepadamu karena bagiku kamu adalah pendengar terbaik. Kamu tidak hanya bisa
menjadi pacar, tapi teman, keluarga, bahkan orang tua bagiku. Aku merasa nyaman
denganmu, aku merasa komunikasi kita terjalin dengan sangat baik. Tapi itu
dulu, sebelum semuanya berubah seperti sekarang. Sekarang ini aku sendiri, aku
tidak memiliki pendengar yang baik lagi seperti dirimu. Rasanya ingin aku
kembali ke masa satu tahun silam, dan enggan untuk berpisah denganmu, karena
aku ingin bersamamu selamanya. Aku sungguh mencintaimu, aku sungguh
menyayangimu, aku bahkan tidak tau sekarang harus berbuat apa. Kita sudah lama
berpisah, semuanya telah berubah. Bahkan untuk memulai menyapamu saja aku
takut, aku ragu, aku malu. Memang ini semua salahku, yang tidak mempercayaimu
dulu, yang selalu curiga terhadapmu hingga kamu pun gerah. Tapi sungguh, aku
menyesal. Caraku salah. Sekarang hanya tersisa penyesalan yang selalu aku
ratapi sendirian. Aku begitu bingung untuk memulai semuanya dari mana.
Sebenarnya aku ingin mengungkapkan isi hatiku, tapi aku takut mendengar jikalau
jawabanmu adalah kamu sudah tidak mencintaiku. Sungguh aku tak sanggup. Makanya
aku pun hanya bisa terdiam, tanpa melakukan usaha apapun, dan lebih memilih
menderita memendam rasa, daripada harus mendengar jawaban pahit terucap dari
bibirmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar